Hubungan Evolusi dan Mutasi

Di bumi ini tidak ada dua organisme yang tepat sama, walaupun satu jenis (spesies). Adanya variasi ini dimungkinkan karena adanya variasi ini dimungkinkan karena adanya perbedaan gen, faktor lingkungan atau gabungan keduanya. Hal itulah yang memungkinkan terjadinya evolusi.

Setiap organisme, misalnya tumbuhan atau hewan dalam selnya mempunyai pola gen yang spesifik atau disebut genotip yang spesifik. Dalam keadaan biasa pola gen akan tetap seumur hidup dan diwariskan turun – temurun dari generasi ke generasi secara mantap.

Genotip berinteraksi dengan lingkungan menghasilkan jenis orgaisme tertentu yang berfungsi dengan cara tertentu. Penampakan fisik suatu makhluk hidup (fenotip) akan terus tumbuh karena faktor lingkungan. Oleh karena itu, organisme dengan genotip yang sama tidak akan mempunyai fenotip yang sama. Variasi dalam suatu keturunan terjadi karena dua sebab utama, yaitu rekombinasi gen dan mutasi gen.

  1. 1.   Variasi karena Rekombinasi

   Variasi adalah penyebab evolusi yang sangat penting.Evolusi terjadi kalu genotip dan fenotip sama-sama berubah, yaitu kalau genotip berubah tercermin suatu fenotip yang berlainan. Perubahan genotip terjadi karena kombinasi gen baru. Hal itu hanya mungkin kalau terjadi reproduksi secara seksual. Kalau reproduksi seksual terjadi, berarti gen-gen kedua induknya direkombinasi untuk membentuk genotip anak yang baru.

  1. 2.   Variasi kepada Mutasi

   Variasi yang ditimbulkan karena rekombinasi gen dapat menghasilkan genotip organisme yang lebih kurang terbatas. Genotip yang dihasilkan hanya gabungan dari bermacam macam gen kedua induknya, sehingga tidak menghasilkan gen baru yang tertentu

Namun, Variasi karena mutasi sifatnya lebih luas dan dapat menciptakan  suatu genotip yang berbeda sama sekali. Mutasi adalah suatu perubahan mendasar dalam gen yang dapat berupa perubahan pola zat-zat kimia gen. Gen sel-sel apa pun dapat mengalami mutasi, tetapi yang penting dalam evolusi hanya mutasi pada sel-sel reproduktif. Karena mutasi akan mempengaruhi sel kelamin primer, gamet dan telur yang telah dibuahi maka sel-sel yang berkembang menjadi jaringan pembentuk gamet dapat diteruskan pada keturunannya.

Mutasi juga terjadi pada sekelompok gen. Karena gen mengendalikan perkembangan makhluk hidup maka mutasai dapat mengubah struktur suatu organisme dan fungsinya. Mutasi yang hanya terjadi pada genotip dan tidak muncul pada fenotip bagi organisme tidak menimbulkan akibat apapun. Namun, jika perubahan sampai terjadi pada fenotip dimungkinkan berbahaya dan menyebabkan kematian atau bermanfaat dan diturunkan dari generasi ke generasi.

Akumulasi mutasi-mutasi yang bermanfaat selama berabad-abad telah menyebabkan terciptanya semua jenis makhluk hidup yang kita kenal sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s